Skip to content

Sepenting itukah Suara untukmu? Ini suaraku.

Akhir-akhir ini gue makin ‘BLENEK’ sama iklan iklan tokoh-tokoh “masyarakat” yang ada di TV Indonesia. Mereka mengangung-agungkan diri mereka bak dewa Zeus yang serba bisa dan dapat membuat hidup masyarakat Indonesia menjadi “LEBIH BAIK”. Tokoh-tokoh ini kesannya “MEMAKSAKAN” membuat citra PEMIMPIN yang pantas menjabat sebagai Presiden.

Hello…?

Pemilu masih beberapa bulan lagi? Dan apa boleh yah udah mulai kampanye sepagi ini? Bukankah ada Timeline KPU untuk para calon-calon ini untuk mempromosikan diri?

Lebih freak lagi kalau sampai ada teman-teman gue sendiri (terutam yang lagi nyaleg) dengan bangganya pamer lagi makan malam dirumahnya tokoh inilah tokoh itu. Abis gitu masang foto-foto tokoh itu di DP dengan status “Jaya terus Pak…” “Lagi dinner nih dirumahnya ….” “Wah ternyata pak … visioner sekali”

Oke I am not jealous of you guys are whatever but please stop the stupidity of mengagung-agungkan orang-otang itu bak dewa. Untungnya oraang -orang itu udah gue delete contactnya. I will make sure I won’t even choose them.

Gue enggak akan nyebut nama-nama dan wajah-wajah yang beredar diTV karena ya zaman sekarang ini hukum bisa dibeli padahal gue jelas punya suara untuk menyuarakan apa perasaan gue.

Gue enggak ada simpatinya sama sekali dengan tokoh-tokoh yang mengiklankan diri di TV. Dan jujur gue lebih memilih untuk GOLPUT karena gue merasa gue enggak ingin memilih mereka. Mau bilang gue apatis? Daripada gue milih presiden yang salah dan akhirnya salah milih? Gue ga mau tanggung jawab dosa gue diakhirat nanti.

Terlebih lagi jalanan udah enggak ada indah-indahnya lagi tatkala gue ngelihat umbul-umbul partai SUDAH DIPASANG. WTF?????

Gue enggak akan milih partai-partai yang sebegitu NARSISnya.

Dari profil-profil yang mengiklankan diri ini, menurut gue track record mereka dimasa lalu enggak pantas untuk dijadikan presiden. I know I get it semua punya kesempatan kedua, but dude mau berapa kesempatan lagi kalo lo sudah berkal-kali korupsi, menyengsarakan jiwa rakyat, pencitraan enggak jelas kesana kemari, omdo omdo omdo….

Gue lebih ilfeel lagi ketika tahu didepan rumah gue sempet ada baliho cagub propinsi gue yang sekarang mendekam dipenjara. Baliho itu sampe nutupin pemandangan rumah. OMG… Udah bolak balik diturunin eh si anakbuahnya malah marah-marah sama pemilik rumah. Anak buahnya ngancam akan ngelaporin atau dan lain halnya. Enaknya yah naro baliho segede gaban ga pake izin.

Temen-temen gue lebih miris lagi, bahkan sampai ada yang mengeluh dia enggak bisa sekolah karena uangnya dikorupsiin lah itu lah.

Okelah pantas saja ada figur-figur yang lebih kompeten bermunculan. Figur-figur ini terbukti dari kinerja mereka yang senantiasa melayani masyarakat sehingga publik lebih mengelu-elukan mereka menjadi presiden. Yah wajar saja, mereka lebih bersih, tidak semata-mata pencitraan dan mencari perhatian.

Jikalau ada calon-calon yang tidak terlalu narsis dan bersahaja serta terbukti dari kinerja mereka dan mencalonkan diri menjadi presiden, gue akan memilih mereka ketimbang tokoh tokoh yang dengan pedenya mempromosikan diri dan berpencitraan berlebihan bak zeus yang bisa dengan sekejap mensejahterakan bangsa.

Ada satu video yang menurut gue pantas ditonton. Di video ini Eka Gustiwana, seorang pemuda berhasil menyuarakan suaranya melalui Speech Composing. Gue rasa inilah Eka menyuarakan bagaimana pemimpin seharusnya. Cek www.youtube.com/watch?v=491jm3lhHxU

Semoga banyak pemuda dan calon-calon semakin sadar dan pintar bahwa kita semua punya suara yang menentukan masa depan Indonesia dengan begitu kita tidak akan mudah terkena pembodohan publik oleh media.

Be First to Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: