Skip to content

Masyarakat Bersampah

Dinegara Indonesia yang notabene terkenal dengan negara beragama ini ternyata masih banyak yang menggunakan agama sebagai kamuflase. Agama mengajarkan banyak hal, namun tampaknya masyarakatnya masih terlalu egois untuk melaksanakan perintah agama. Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan, salah satunya tentu menjaga kebersihan. Lalu mengapa banyak masyarakat yang terus tiada henti menyampah.

Ketika saya mudik, saya menemukan banyak sampah yang begitu saja tersebar disepanjang rest area jalan tol. Kemudian saya melihat beberapa petugas kebersihan yang akhirnya membersihkan sisa sisa dari makanan ringan, gelas pop mie serta bekas minuman kemasan. Lalu saya berfikir: Apakah Indonesia segitu malas dan manjanya untuk membuang sampah? Padahal tong sampah enggak jauh dari tempat sampah yang berserakkan. Apa karena ini membuka lapangan kerja baru jadinya kita merasa berhak untuk mengotori lingkungan karena toh nanti dibersihin juga sama petugas kebersihan (karena mungkin orang yang menggunakan tol juga sudah bayar tol)?

Pagi-pagi saya kemonas dengan orang tua saya hanya untuk menemukan sampah yang bertebaran dimana-mana. Entah sebegitu malasnya masyarakat kita untuk berjalan sedikit mencari tong sampah untuk membuang sampah.

Tempo hari pun saya melihat seorang anak yang merasa tak bersalah membuang sampah sembarangan disalah satu restoran di bandara, padahal tong sampah pun tak jauh.

Sempat juga ketika saya blusukan mencari pasien untuk keperluan koas saya, saya menyapa seorang ibu yang sedang menyeruput es teh dalam plastik diperumahan warga dibelakang rel kereta, dan ketika saya ajak bicara, ia tanpa rasa bersalah membuang es teh plastik ke got penuh keruh yang ada disampingnya. Plung! Begitulah bunyinya. Agak kaget ketika saya melihat kebiasaan itu menjadi hal yang normal.

Saya juga masih belajar menggiatkan diri membuang sampah pada tempatnya. Mulai dari kertas kertas dan bon bon saya kumpulkan dikantong saya kalau saya tak menemukan tempat sampah disekitar saya. Kadang kantong celana dan tas isinya sampah kering.

Buang sampah sembarangan terbukti lebih mudah. Mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya memang sulit. Menyalahkan orang lain atau pemerintah bukanlah solusi yang tepat. Namun belajar memahami dan memelihara bahwa negara Indonesia adalah negara yang besar dan menjaga kebersihan merupakan suatu kewajiban. Dan sebagai negara yang katanya beragama seharusnya kita menaati perintah Nya untuk merawat bumi kita yang kelak akan kita tinggalkan kepada anak dan cucu kita.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: