Skip to content

Meditasi Vipassana Untuk Semua

Apa sih meditasi vipassana? Kenapa kita bisa mendapatkan ketenangan jiwa? Gimana ceritanya? Pasti kamu pindah agama ya? Pasti pertanyaan itu yang akan terbesit dibenak kamu alau mendengarkan meditasi Vipassana.

Ketika saya memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta 10 Day course vipassana yang diselenggarakan oleh Dhamma, saya berusaha tak bereskpektasi terlalu tinggi. Saya pun tidak tahu apapun soal meditasi. Meditasi yang saya ketahui adalah duduk, tutup mata dan diem. Konyolnya lagi saya mengenal meditasi ini dari salah seorang temen saya yaitu Simo salah seorang guru musik di sekolah internasional di Jakarta. Dia mengusulkan agar saya mengikuti kursus meditasi 10 hari tersebut. Namun ketika saya bertanya lebih lanjut meditasinya seperti apa, dia tidak mau bercerita banyak sehingga saya tak ada bayangan sama sekali. Yang saya tahu hanyalah saya akan meditasi selama 10 hari tanpa berinteraksi dengan orang lain (termasuk dengan peserta meditasi lainnya) dan tanpa menggunakan alat komunikasi juga. Hal itu cukup mengerikan bagi saya karena saya sangat adiksi dengan telpon genggam dan media sosial. Tapi apapun itu saya mau mencobanya.

Saya mendaftarkan diri untuk mengikuti meditasi Vipassana dua bulan sebelum meditasi dimulai. Saya mendaftarkan diri untuk mengikuti meditasi Vipasssana di Dhamma Abha, Phitsanulok, Thailand, sekitar 6 jam dari Bangkok. Saat saya tiba di Dhamma Abha, kami menyerahkan telepon genggam, semua buku bacaan, dan alat-alat yang dapat menimbulkan adiksi, termasuk alat kegamaan lainnya. Esokannya kami mulai rangkaian meditasi.

Tiga hari pertama kami diajarkan untuk mengobservasi pernafasan kita. Yang dimaksudkan observasi adalah memfokuskan pikiran kita dan mengkerucutkan fokus pada pernafasan sehingga kita dapat mengenali sensasi-sensasi yang didapatkan didaerah sekitaran hidung. Pada hari ke empat hingga terakhir, observasi dimulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, kemudian dari ujung kaki ke ujung kepala.

Kita diajarkan untuk hanya mengobervasi sensasi yang kita rasakan tanpa memberikan respon berarti terhadap sensasi tersebut. Maksudnya adalah walaupun kita merasakan panas, gatal, dingin, atau apapun itu, kita ditantang untuk tidak bergerak. Disitu tantangannya.

Dalam 10 hari, saya belajar memfokuskan diri untuk observasi dan tidak memberi respon yang berarti. Hal ini mengajarkan saya untuk mengontrol diri. Dalam 10 hari banyak sekali gejolak emosi (dukha) yang saya alami. Semua muncul kepermukaan dan menguap dengan nafas.

Dengan meditasi vipassana, kita juga bisa mengontrol adiksi kita. Kita semua terikat dengan gadget kita, dengan hiburan yang memanjakan sensasi kita, hal-hal ini ketika dihilangkan akan menimbulkan kesengsaraan (sankhara) yang kita alami. Adiksi yang berlebih dapat menimbulkan kesengsaraan, inilah yang tidak disadari oleh banyak orang.

Kebanyakan manusia tidak tahu bahwa mereka tergantung dengan adiksi mereka sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak bahagia. Hal ini sangat berbahaya jika berlanjut. Manusia akan terus mengisi dan melipatgandakan adiksi mereka sehingga terjadi keterserakahan yang berlebih.

Selama meditasi kami diberikan banyak pantangan yang harus dijalani. Makan kami pun teratur dan sehat karena makanannya semua sayuran. Kami juga diberi snack yang cukup dan istirahat yang cukup

 

Meditasi Vipasssana memang diajarkan oleh Gotama the Buddha atau Gotama yang tercerahkan. Maksudnya tercerahkan adalah Gotama, mampu mengatasi masalah kehidupannya sehingga ia terbebaskan dari hal-hal yang membuat dia sedih. Dia tercerahkan dengan mendapatkan cara untuk menghilangkan duka dari hatinya sehingga ia akhirnya dapat bijak mengatasi masalah kehidupan. Meditasi ini berawal dari India, dan dari India pula, para raja jaman dahulu mengirimkan duta besar untuk menyebarluaskan metode meditasi ini hingga ke tanah Jawa. Namun dengan berjalannya waktu, kemurnian meditasi ini hilang di tanah India hingga para biksu dari Myanmarlah yang sanggup menjaga kemurnian metode meditasi ini.

Metode meditasi vipassana ini kembali diajarkan oleh Sayagyi U Bha Khin, seorang guru meditasi yang juga belajar metode meditasi tersebut dari Saya Thet Gyi yang belajar dari Ledi Sayadaw. Kemudia dari Sayagyi U Bha Khin, beliau mengajarkannya kepada muridnya bernama S.N. Goenka. Goenka inilah yang akhirnya menyebarluaskan metode meditasi ini ke mancanegara. Goenka mulai mengajarkan kepada orang tuanya dengan beberapa orang dekat di India. Lama kelamaan, banyak orang yang mendengar mengenai meditasi ini sehingga banyak yang datang untuk mempelajari meditasi tersebut.

 

Meditasi ini membuat saya berfikir lebih jernih, dan saya lebih banyak merenung. Sayapun berusahan untuk mengenal diri lebih dalam. Dan semakin saya mendalaminya saya makin menemukan dan dapat mendefinisikan kebahagiaan saya sendiri. Selama 10 hari, hari ke enam dan ke tujuh adalah hari yang paling berkesan untuk saya.

Pada hari ke enam saya merasakan semua duka saya dan segala emosi saya bergejolak selama seharian penuh sehingga kadang sulit untuk membuat saya bernafas. Akhirnya pada hari ketujuh, saya merasa damai. Saya sampai tidak merasakan apapun. Hati saya plong. Saya selalu ingin tersenyum dan menikmati lingkungan yang ada disekitar.

Bagi saya meditasi vipasssana sangat berpengaruh besar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sayangnya sulit bagi saya untuk menemukan waktu untuk bermeditasi namun pola pikir yang diajarkan sangat berguna. Akhirnya saya lebih mudah menghadapi masalah saya sehari-hari.

 

Meditasi ini cocok untuk semua orang tidak ada batasan. Meditasi ini berlaku untuk siapa saja, terlepas dari usia, agama, suku dan gender. Terlebih lagi proses pembelajaran meditasi ini gratis dan dapat diaplikasikan pada siapa saja. Siapa saja yang tertarik gabung bisa langsung kunjungi situs Dhamma dan cari lokasi dan tanggal yang sesuai untuk kamu.

 

Namun saya ingatkan, ketika mengikuti meditasi ini, jadikan tujuan kamu adalah untuk mencari ketenangan jiwa serta mengatasi kesedihan akibat adiksi kita pada kenikmatan sensual dan duniawi.

 

Semoga semua mahluk dimuka bumi ini Bahagia, Damai dan Sejahtera.

 

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: