Agar Curhatanmu Bisa Membuat Perubahan

Seringkali saya melihat tulisan yang dituliskan dan dikirimkan untuk dijadikan artikel lebih cenderung curhat saja tanpa ada ujungnya. Kemudian penulis akan menggunakan kata kiasan yang terlalu banyak dan mendayu-dayu, kadang ada yang terlalu sinis sehingga saya ikutan marah membacanya . Sampai saya bertanya-tanya kembali kepada penulis? Kamu sebenarnya pengen nulis apa sih?

Ya tentu, enggak ada yang salah curhat, itu hak kamu. Tapi kalau kamu ingin tulisan kamu terbit dan layak untuk dibaca serta dapat mengajak orang untuk mengubah pemikirannya, kamu harus memikirkan bagaimana agar tulisanmu itu layak baca.

Pertama: Tuliskab permasalahan dan solusinya atau ide gagasannya langsung di paragraf pertama

Lho kok langsung? Ya tentu saja langsung terangkan solusi dan ide gagasan diawal, karena kalau kamu bertele-tele menceritakan masalahmu atau curhat, orang akan cepat bosan dan enggak akan mau baca tulisan kamu.

Kamu tidak perlu mendayu-dayu layaknya sedang menulis novel. Kamu cuma punya kuota 700-800 kata dalam satu artikel. Batasi paragraf pertama kamu hingga 4-5 baris saja

Kedua, tulis argumen atas ide gagasan kamu

Di paragraf kedua, ketiga dan seterusnya tulislah argumen kamu atas gagasan ide yang kamu bawa di awal. Argumen ini bisa mencakup data-data riset dan faktual. Kamu juga bisa menambahkan dan merefrensikan kejadian yang pernah ada sebelumnya untuk mendukung gagasan kamu. Tambahkan tautan agar pembaca bisa tahu peristiwa apa yang sedang kamu maksud dalam tulisan.

Kalau tulisan kamu ini berupa refleksi, maka runtutlah refleksi kamu disertai dengan argumen yang logis. Enggak perlu bertele-tele dengan bahasa menjulang setinggi langit. Batasi jumlah baris per paragraf. Karena itu akan menyulitkan pembaca untuk terus tertarik membaca.

Ketiga, akhiri tulisanmu dengan memparafrase kembali ide gagasan kamu disertai ajakan

Penutup artikel kamu harus bisa menrangkum argumen kamu untuk mendukung ide gagasan kamu yang kamu tuliskan di awal. Selain itu, kamu juga harus bisa menyadarkan masyarakat akan suatu isu yang jarang di bahas.

Dengan penyadaran tersebut, kamu juga bisa mengajak pembaca untuk melakukan suatu perubahan walaupun itu cuma sekedar merubah pemikiran orang. Oleh karena itu tulisan kamu harus terstruktur dan persuasif.

Kunci utama menulis sebuah isu…

Kenapa orang lain harus perduli oleh isu ini? Dan apa dampaknya jika diabaikan?

Kalau orang lain yang baca: Kenapa gue harus perduli? Apa urusannya sama gue?

Yang harus diingat…

  • Kamu sedang menulis agar orang membaca tulisan kamu, juga membujuk pembaca agar tertarik dengan ide gagasan kamu, oleh karena itu kamu enggak boleh egois, harus mementingkan pemahaman pembaca sebelum pemahaman kamu.
  • Mempertunjukkan kepintaran dan pemahamanmu boleh saja, tapi enggak perlu pakai kata-kata yang ribet. Gunakan struktur kalimat sederhana, ada subjek, predikat, objek dan keterangan. Tidak perlu diputer-puter.
  • Tidak disarankan kamu menggunakan kalimat yang mbulet alias tidak jelas struktur kalimatnya.
  • Baca ulang tulisan kamu, dan tanyakan ke diri kamu sendiri, apakah orang tertarik baca tulisanku? Mereka ngerti enggak ya?
  • Jika kalimat kamu terlalu panjang pecah menjadi beberapa kalimat, dan gunakan kata sambung.
  • Kill your darlings, kalau kalimat yang kamu tulis terlalu panjang dan menurut kamu terlalu indah sampai kamu terlalu takut menghapusnya karena ini menunjukkan kepintaran kamu padahal tidak terlalu relevan, maka kamu harus menghapusnya.

Terakhir kali… (lagi)

Kamu harus bisa memberikan alasan kenapa curhatan yang kamu tulis ini bisa menjadi isu yang harus diperhatikan dan diperdulikan oleh orang yang membaca, karena pembaca akan berfikir “Kenapa gue harus perduli? Apa untungnya buat gue?”

Kalau kamu tidak bisa memberi alasan pasti maka tentunya pembaca akan kesulitan menangkap maksudmu.

Hayo, sudah dibaca ulang belum tulisannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top