Polusi Udara Mengancam Kesehatan Perempuan

Polusi udara bukan masalah yang sepele lagi. Sudah banyak penelitian yang menyatakan polusi udara mengancam kesehatan perempuan bahkan bisa menimbulkan kematian. Selain itu polusi udara berdampak pada kesehatan perempuan terutama bagi yang hendak memiliki keturunan.

Gangguan Pernafasan

Penyakit ini memang sering diderita secara umum. Sayangnya bagi perempuan yang banyak menghabiskan waktu di dapur untuk masak, resiko mengalami gangguan pernafasan akan meningkat. Hal ini dikarenakan adanya indoor pollution atau polusi dalam ruangan yang disebabkan oleh asap pada saat memasak.

Perempuan yang memasak menggunakan arang dan kayu di ruang tertutup tanpa ventilasi akan lebih riskan terkena penyakit seperti pneumonia, penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru kronis. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap mempertahankan ventilasi dan menggunakan kompor dengan bahan bakar gas.

Kanker Payudara dan Kanker Paru-paru

Sebuah studi menyatakan bahwa perempuan yang tinggal di kota dengan tingkat polusi tinggi memiliki resiko terkena kanker payudara di usia menopause. Paparan Nitrogen Dioksida (NO2) yang merupakan penanda dari polusi udara dari lalu lintas kendaraan jadi penyebabnya. Selain kanker payudara, juga terdapat kanker paru-paru yang dapat diakibatkan oleh tingginya polusi udara di luar ruangan. Baik perokok aktif dan perokok pasif pun memiliki resiko yang tinggi untuk terkena kanker paru-paru.

Peradangan Sinus

Udara yang tercemar oleh polutan dapat terakumulasi ke dalam hidung dan terserap ke dalam sehingga menyebabkan iritasi pada hidung dan sinus. Hal ini menyebabkan peradangan, pembengkakan dan sinus yang buntu. Peradangan sinus dapat terjadi secara akut maupun kronis serta dapat berpengaruh ke dalam daya tahan tubuh kita secara jangka panjang.

Nah selain itu, peradangan sinus dapat memengaruhi cara kita bernafas. Penderita sinustits lebih cenderung menggunakan mulut untuk bernafas. Hal ini tentunya tidak baik jika dibiarkan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu disarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan atau dokter THT.

Menurunkan Tingkat Kesuburan

Masalah lain dari polusi udara dapat menyebabkan tingkat kesuburan menjadi menurun. Sebuah studi yang melibatkan 1300 perempuan Italia oleh Professor Antonio La Marca menemukan bahwa bahan kimia baik yang natural dan buatan pada makanan sehari-hari, memiliki potensi besar untuk mengganggu metabolisme tubuh termasuk keseimbangan hormon bernama hormon AMH yang mengatur aktivitas sel telur.

Walau kesimpulan penelitian ini masih menjadi perdebatan, namun polusi udara harus diperhatikan sebagai salah satu faktor. Bagi perempuan yang hendak menjalani bayi tabung pun harus memerhatikan faktor lingkungan ketika berusaha memperoleh keturunan. Tak jarang banyak perempuan yang mengalami keguguran karena hal ini. Polusi udara tidak hanya berdampak pada perempuan saja, namun juga pada kesuburan laki-laki.

Gangguan Kehamilan

Bagi perempuan yang hendak memiliki keturunan, polusi udara dapat mengganggu perkembangan janin. Hal ini dapat terjadi sesaat sebelum konsepsi atau saat kehamilan dan dapat diperparah jika si calon ibu menderita asma. Penyakit asma dapat membuat ibu menderita preeklampsia yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan menurunnya fungsi ginjal saat kehamilan. Hal ini dapat berbahaya bagi sang ibu dan si bayi.

Asma dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga dapat mengalami gangguan tumbuh kembang. Salah satu atau bahkan kombinasi faktor penyebab di atas dapat berakibat buruk terhadap si bayi. Bayi dapat lahir prematur, berat badan yang rendah dan memiliki resiko besar dalam tumbuh kembang mentalnya seperti mengalami autisme.

Mengurangi Resiko Polusi Udara

Tentunya polusi udara sangat berdampak langsung pada kehidupan kita. Kita dapat mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan masker, menjaga pola makan, menggunakan transportasi umum agar mengurangi polusi serta mendorong terbentuknya kebijakan publik dan usaha-usaha partisipatif masyarakat untuk menuntut perubahan kebijakan terkait kesehatan, perdagangan dan transportasi. Kamu juga bisa ikut mendukung upaya masyarakat untuk menuntut pemerintah dalam petisi Aku dan Polusi.

Back to Top